Sunday, August 18, 2013

Reportase Desa Salak Brojo

1.  Mahasiswa KKN undip TIM 2 tahun 2012 / 2013 membantu pemerintah desa dalam mengambil gambar batas – batas desa Salakbrojo, Kedungwuni, Pekalongan







Desa Salakbrojo – Jum’at tanggal 26 juli 2013 di desa Salakbrojo, Kedungwuni, Pekalongan. Pada hari itu tim KKN undip terjadwal untuk membantu pemerintah desa Salakbrojo untuk mengambil data – data batas desa Salakbrojo. Pelaksanaan dilakukan pada sore hari tepatnya jam 15.30  WIB, yang masih lumayan terik, keadaan damai menyelimuti desa Salakbrojo seperti hari-hari biasanya sembari menunggu buka puasa, kegiatan dimulai dari daerah selatan desa, yang berbatasan dengan desa proto. 

Batas desa tersebut terletak pada beberapa titik yang dipisahkan oleh ruas jalan antara desa Salakbrojo dengan ruas jalan desa Proto. Setelah pengambilan batas selatan desa, proses pengambilan data – data batas desa kemudian dilanjutkan pada daerah barat daya desa Salakbrojo yang berbatasan dengan desa Podo, pada tempat ini kami mengambil gambar pada jembatan yang juga sebagai batas desa antara desa Podo dan desa Salakbrojo. Setelah batas barat daya, kemudian pengambilan gambar dilanjutkan pada daerah utara desa. Desa Salakbrojo bagian utara berbatasan dengan kelurahan Pekajagan, akan tetapi tim II KKN tidak diperbolehkan mengambil gambar disana karena suatu alasan, oleh karena itu tim KKN desa Salakbrojo menghormati aturan tersebut dan melanjutkan pengambilan gambar pada batas desa yang terakhir. 
       
Batas terakhir terdapat pada bagian timur desa, yakni batas desa yang berbatasan dengan desa kebonsari yang telah berbeda kecamatan dengan desa Salakbrojo, setelah dirasa cukup dalam pengambilan gambar batas – batas desa, tim II KKN undip memutuskan juga untuk mengambil gambar – gambar disekitar desa yang dirasa perlu untuk didokumentasikan seperti konveksi – konveksi, letak masjid – masjid di desa Salakbrojo, mushala – mushala, serta tempat percetakan pda desa Salakbrojo. Kegiatan ini dilakukan berlanjut sampai adzan maghrib tiba, dan kegiatan pada hari tersebut ditutup dengan buka bersama anggota tim II KKN lainnya.

2. Mahasiswa KKN undip TIM 2 2013/2014 membantu warga menangkap ular cobra yang masuk kedalam rumah warga





Desa Salakbrojo – Pada hari selasa tanggal 30 juli 2013 di kabupaten Pekalongan tepatnya di Desa  Salakbrojo. Pada saat itu siang hari yang lumayan terik, keadaan damai menyelimuti desa Salakbrojo seperti hari-hari biasanya. Tetapi, pada saat sekitar pukul 13.00 WIB ada seorang warga di Desa Salakbrojo daerah dukuh brajan berteriak minta tolong, dan seketika warga2 berkumpul. Dan yang secara tidak sengaja mahasiswa KKN undip yang kebetulan melewati rumah itu setelah berkunjung di salah satu tempat bos konveksi disana dimintai tolong oleh salah seorang warga disana.
     
Dengan sigap mahasiswa disana segera membantu ke dalam salah satu rumah warga yang dimasuki ular tersebut. “Ular cobra.. Ular cobra..” Kata seorang warga yang ada disana. Ular cobra yang mungkin juga kaget karena teriakan dari warga situ segera merayap bersembunyi kedalam sebuah sepeda motor. Segera salah satu mahasiswa KKN Desa Salakbrojo yang bernama Raditya Andika, mahasiswa undip fakultas ekonomi jurusan akuntansi yang juga kordes dari tim Desa Salakbrojo crew dengan sigap mengambil sebatang kayu besar yang ada di sekitaran rumah tersebut. Dia dan beberapa warga mencoba untuk mengeluarkan ular cobra yang bersembunyi di dalam mesin sebuah sepeda motor. Segera selama beberapa puluh menit, mahasiswa dan warga berusaha untuk membongkar body mesin secara hati2. Sesaat setelah body mesin berhasil dibongkar, salah seorang warga menarik ekor dari ular cobra tersebut, dan mahasiswa bernama Raditya tadi dengan sigap memukul kepala dari ular cobra dengan sebatang kayu yang tadinya telah dia siapkan.
     
Alhamdulillah ular cobra yang tadinya sempat meresahkan warga, berhasil ditangkap dan dibunuh oleh warga dan mahasiswa KKN undip yang ada disana. Segera ular cobra tersebut di pastikan mati dengan dipotong kepalanya oleh salah satu warga sana. Desa Salakbrojo kembali aman dan tentram.




Reportase Desa SalakBrojo

    1.Kurangnya Kesadaran Warga akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tim II KKN saat mengunjungi industry batu-bata

Pada hari Senin (21/7) Tim II KKN UNDIP  keliling Desa untuk mencari potensi - potensi yang dimiliki Desa Salakbrojo. Pencarian kami terhenti pada area Industri pembuatan batu-bata. Kami melakukan wawancara dan observasi mengenai proses pembuatan batu bata yang ada di Desa Salakbrojo. Industri batubata yang kami kunjungi dapat dikatakan sebagai industri yang cukup besar, karena setelah proses pembuatan, batu-bata langsung diangkut oleh truk untuk didistribusikan ke pembeli yang kebanyakan disekitar Pekalongan.

Hal yang sangat disayangkan adalah belum adanya Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai bagi pekerja batu-bata. Padahal proses pembuatan batu-bata merupakan pekerjaan berat dan menghasilkan limbah debunya sangat banyak. Namun para pekerja terlihat biasa saja dan seperti tidak terganggu dengan limbah debu tersebut. Akhirnya Tim II KKN UNDIP melakukan sosialisasi mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk industry batu-bata serta pembagian masker kepada para pekerja.
Tim II KKN saat membagikan masker kepada pekerja industri batu-bata

2. Potensi Desa Salakbrojo

Pada hari Senin (21/7) Tim II KKN UNDIP melakukan keliling Desa untuk mencari potensi - potensi yang dimiliki Desa Salakbrojo. Kemudian Tim kami mengunjungi industry konveksi celana jeans milik ibu Rina di desa Salakbrojo. Salah satu potensi yang menonjol di Desa Salakbrojo adalah konveksi, hampir setiap rumah memiliki usaha konveksi sendiri. Industri Konveksi milik Ibu Rina ini merupakan industri yang cukup besar di Desa Salakbrojo. Kami melakukan wawancara  langsung dengan pemilik industry beberapa informasi kami dapatkan yaitu berupa daerah pemasaran produk jeans yaitu di daerah Jakarta dan Yogyakarta, belum adanya pembukuan yang jelas untung-rugi sederhana. Dari Tim II KKN UNDIP kemudian menjelaskan pembukuan sederhana untung-rugi agar pemilik industry dapat mengetahui jumlah untung-rugi dari usaha mereka. Kemudian kami melihat bagian produksi industri jeans milik ibu Rina. Ibu rine tergolong kedalam konveksi yang cukup besar/menengah karena memiliki pegawai lebih dari sepuluh orang.

3. Perintisan BonLe (Abon Lele) di DesaSalakbrojo



Tim II KKN Undip saat melakukan sosialisasi Abon Lele


Pada hari Senin (19/7) Tim II KKN UNDIP melakukan sosialisasi wirausaha mandiri kepada ibu-ibu PKK Desa Salakbrojo dan melakukan perintisan usaha Abon Lele. Ibu-Ibu PKK terlihat antusias dengan sosialisasi dari Tim II KKN UNDIP hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan seputar abon lele. Kemudian Ibu-ibu PKK meminta Tim II KKN UNDIP untuk melakukan praktek bersama pada hari Minggu (21/7). Tim II KKN UNDIP dengan senang hati mendampingi ibu-ibu PKK untuk praktek pembuatan abon lele.
Pada hari Minggu (21/7) sehabis tarawih, Tim II KKN UNDIP bersama-sama Ibu-ibu PKK melakukan praktek pembuatan abon lele di balai desa. Kali ini jumlah Ibu-ibu yang hadir lebih banyak dibandingkan saat sosialisasi pada hari Senin (19/7) pada sosialisasi sebelumnya, ibu-ibu terlihat antusias dan senang dengan adanya praktek pembuatan abon lele. Ibu-ibu belajar bersama dari cara pengupasan kulit lele, mengukus lele sampai pembuatan abon lele. Sembari menunggu abon lele matang, Tim II KKN UNDIP mensosialisasi cara pengemasan serta cara pemasaran abon lele supaya menjadi ciri khas produk Desa Salakbrojo sendiri. Setelah abon lele matang, Ibu-ibu PKK membawa abon lele hasil masakan Ibu-ibu PKK bersama Tim II KKN UNDIP agar dapat dicicipi oleh keluarga dirumah.

Antusiasme Ibu-ibu PKK saat memasakBonLe (AbonLele) 

   4.Penjemuran kain batik setelah pewarnaan
Rabu (24/7) Tim KKN II UNDIP di desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan berkeliling desa. Saat berkeliling desa kami melihat kegiatan yang cukup menarik perhatian kami, ada sekelompok warga yang sedang melebarkan beberapa kain di atas rumput, yang lokasinya berada di lapangan desa Salakbrorjo. Kami yang melihat kegiatan tersebut tertarik untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang tersebut, karena jumlah kain yang dijemur tidak sedikit jumlahnya yaitu sekitar 50 lembar kain dengan panjang 8 meter per lembar.
Ternyata yang dilakukan oleh warga tersebut adalah melakukan penjemuran  kain yang masih basah setelah pewarnaan. Setelah kami bercakap-cakap dengan warga tersebut kain tersebut awalnya dari kain putih (kain mori) yang diwarnai dengan metode cap seperti yang ditunjukan pada foto yang ada diatas. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan dari rangkaian konveksi rumahan, kain mori putih diwarnai dengan cap untuk memberikan motif batik yang seperti ditunjukkan pada foto diatas. Begitulah yang dituturkan oleh salah seorang warga yang sedang menjemur kain.

Reportase Desa Salak Brojo


Edisi Panen Tahunan Desa Salakbrojo

Siang hari ketika berjalan berkeliling desa pada Kamis, 18 Juli 2013, kami melihat sekelompok tani di persawahan pintu masuk desa Salakbrojo sedang sibuk panen. Sejauh mata memandang tampak cuaca yang sejuk, diselimuti kehijauan di wilayah sekitar. Padi mulai menguning dan siap untuk di panen. Kami memulai percakapan dengan menegur sapa orang-orang yang sedang sibuk bekerja tersebut. Bapak-bapak yang berada di sawah tersebut sangat ramah dan menyambut kami dengan hangat. Kami juga menyambut dengan senang dan mulai bertanya-tanya kepada mereka. Panen tersebut adalah panen tahap 1 pada periode tahun ini. Panen padi dilakukan 3 kali dalam satu tahun. Pertanian merupakan salah satu potensi yang di miliki oleh desa Salakbrojo.
Mereka mulai memanen padi yang menguning tersebut, dengan penuh semangat dan gotong royong mereka mengerjakan pekerjaan tersebut. Kami ikut  membantu proses pemanenan padi tersebut. Rumput di kumpulkan menjadi satu, kemudian di tumbuk menggunakan mesin. Hasil dari proses tersebut berupa padi gabah yang belum di proses. Padi tersebut dimasukkan ke dalam karung dan di distribusikan.

Data Monografi desa salakbrojo


Desa Salakbrojo, kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Data monografi desa meliputi kependudukan, jumlah fasilitas/pelayanan masyarakat, keuangan dan sumber-sumber penerimaan pengelolaan keuangan desa serta data statistik lainnya dapat dilihat dibawah ini :



Gb.1 Luas wilayah / peruntukan lahan


Gb. 2 Data Sarana Pemerintahan Desa Salakbrojo





Data Prasarana Pengairan Desa Salakbrojo




Data Sarana Angkutan Air Desa Salakbrojo




Data Saran Jalan dan Jembatan




Data Perekonomian Desa Salakbrojo




Data Sarana dan Prasarana Desa Salakbrojo



Data Jumlah Ternak pada Desa Salakbrojo




Data Luas dan Hasil Tanaman



Data Transportasi dan Komunikasi




Data Jumlah Kejadian Kriminal pada Desa Salakbrojo




Data Pembangunan Desa Salakbrojo





Data Kependudukan Desa Salakbrojo 1

Data Kependudukan Desa Salakbrojo 2

Monday, July 29, 2013


 Potensi Desa Salakbrojo ( UMKM, Wisata, Kuliner dsb )


Desa salakbrojo merupakan desa di daerah kecamatan kedungwuni kota pekalongan yang mempunyai masyarakat mayoritas petani dan merupakan pengusaha konveksi baik dalam skala besar maupun kecil. Tak lebih dari 60% penduduk merupakan petani, dan sisanya merupakan keseluruhan dari beberapa pengusaha – pengusaha mikro kecil menengah. 70% atas 40% penduduk merupakan pengusaha konveksi yang telah mempunyai beberapa pangsa pasar baik dalam maupun luar kota pekalongan. Beberapa pengusaha konveksi terbesar di desa salakbrojo terdapat di dukuh miyanggong yaitu pengusaha Hamim dan di dukuh praan yaitu pengusaha atasan wanita nyonya rohmah dan pengusaha jeans wanita yaitu nyonya rinawati. Ketiganya merupakan 3 pengusaha terbesar dan tersukses di salakbrojo dan mempunyai karyawan utama lebih dari 20 orang tenaga kerja buruh paruh waktu.
Mempunyai buruh banyak dengan pemasok dan pengepul dari luar kota, ketiga pengusaha ini mempunyai banyak sekali keuntungan tiap menjual produk mereka, bila di rata – rata dalam setahun masing – masing dari ketiga pengusaha ini bisa mencapai omset hingga 800 juta tiap periode tahunnya. Tetapi sangat disayangkan karena dengan adanya omset yang cukup besar dan menjajikan, mereka belum melakukan pembukuan dan pencatatan, pun juga untuk pengusaha jeans wanita juga belum melakukan branding produk mereka sendiri. Hal ini dikarenakan adanya demand pasar yang lebih interest terhadap produk – produk dengan branding yang lebih dikenal dan menjanjikan dibanding produk baru yang belum laku dipasaran.
Sosialisasi dan implementasi selalu dilakukan untuk memperbaiki kinerja internal para pengusaha konveksi di salakbrojo, tetap karena kurangnya pengetahuan dan minat dalam mempelajari seluk beluk pembukuan merekapun mengacuhkan hal penting yang satu ini. Bukan hanya para pengusaha konveksi, ada pula UMKM memngenai ternak lele di dukuh miyanggong dan dukuh pesalakan ( yang biasa disebut salakan atau karimun jawanya salakbrojo ). Terdapat 3 terbesar pula pengusaha lele ini, tetapi yang telah cukup baik dalam pengelolaannya adalah milik salah seorang warga di dukuh pesalakan yang tidak dapat kami sebut namanya. Dan sekarang terdapat beberapa warga yang ingin memulai usaha ternak budidaya lele ini dengan sedikit syarat melalui program P2KP dari dinas pertanian dan ketahanan pangan pusat. Begitu antusiasnya mereka dengan beberapa program P2KP yang menjanjikan modal awal luar biasa dengan keuntungan yang bisa ditanggung oleh tiap individual warga.
UMKM di desa salakbrojo yang paling ungguan adalah konveksi jeans wanita dan atasan wanita. Mari kembangkan produk UMKM dalam negri untuk meningkatkan kualitas tingkat hidup anak nagari.





Struktur Perangkat Desa Salakbrojo



Friday, July 19, 2013

Profil desa (letak geografis, sejarah, kondisi geografis)





Profil desa - Desa Salakbrojo merupakan salah satu dari 19 Desa / Kelurahan di Kecamatan Kedungwuni, yang berada di daerah selatan kota pekalongan. Kecamatan kedungwuni memiliki 16 desa dan 3 kelurahan. Kota Pekalongan juga merupakan salah satu kota yang terkenal akan kerajinan batik dan konveksi semacamnya. Keduanya pun berasal dari kecamatan - kecamatan di kota Pekalongan, dan juga termasuk didalamnya desa Salakbrojo. Desa yang dikelilingi oleh desa podo, desa proto, desa kwayangan dll memiliki daerah persawahan yang luas sebagai mata pencaharian penduduk mayoritas, hal ini ditunjukkan dengan keberadaan data monografi yang menunjukkan nilai tersebut, dan juga terdapat berbagai jenis konveksi baik konveksi besar maupun konveksi kecil di sekitar desa, yang memproduksi baju, jaket, jeans dan sebagainya. 

Letak geografis - Secara administratif, Desa Salakbrojo merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Secara geografis desa Salakbrojo terletak diantara: 6°57′25″ Lintang Selatan dan antara 109°39′59 Bujur Timur yang berbatasan dengan:

Sebelah Timur : Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap
Sebelah Utara : Desa Ambokembanga dan Desa Pekajangan
Sebelah Selatan : Desa Proto dan Desa Kwayangan
Sebelah Barat : Kelurahan Kedungwuni dan desa Podo

Kondisi geografis - Secara geografis, Wilayah Desa Salakbrojo memiliki luas +17,26 ha2, dimana 60,4 persennya (10,4 ha2) merupakan lahan sawah yang terdiri sawah pengairan teknis (79,26%) sisanya sawah tadah hujan (20,74%) dan 39,6 persen merupakan lahan kering (bukan lahan sawah), desa Salakbrojo terletak pada ketinggian ±900 mdl, memiliki suhu harian ±29,0C, dengan curah hujan ±2,1 mm, memiliki 4 bulan hujan.

Sejarah - Dikisahkan bahwa pada jaman dahulu, seorang wali membuka lahan untuk membuka lahan untuk dijadikan sebuah pemukiman. Nama Salak dari salakbrojo diambil dari dukuh pesalakan, dikarenakan dukuh tersebut merupakan dukuh yang pertama kali didirikan. Nama Brojo berasal dari nama pusaka yang digunakan oleh wali tersebut yang digunakan sebagai alat untuk membuka lahan bernama gaman brojo mukti, sehingga sampai saat ini desa ini dikenal dengan nama desa Salakbrojo.

Berikut adalah denah peta kecamatan kedungwuni.


Daftar desa - desa dan kelurahan di kecamatan Kedungwuni dapat dilihat pada tabel dibawah ini :



Desa - Desa Kecamatan Kedungwuni
Batas - batas desa Salakbrojo